blog sastra dari koko p bhairawa (prakoso bhairawa putera), memuat cerita pendek, puisi, esai, cerpen remaja,info sastra, dan buku terbitan.
Senin
Puisi Koko P Bhairawa di Seputar Indonesia Minggu, 7 Februari 2010
ADALAH KAU
jadikan lelaki kecil itu
kokoh ditepian kolam coklat
pada senja yang basah
pada gedunggedung yang pucat
setelah kejatuhan hujan
jadikan lelaki kecil itu
nikmati dingin pada detikdetik berlalu
hampa...
hampa...
jadikan lelaki kecil itu
menelan ludah tatkala sayup magrib berlalu
bersama tegak jiwa di aspal gatot subroto
jadikan lelaki kecil itu
kehilangan baju kewarasan, dan
celana bawah sadar
lalu biarkan kepolosan jadi
tontonan periperi
adalah kau jawaban atas semua
rw mangun, 02-02-2009
Jangan Pernah Bosan
pagi tadi sebelum tegak
sepi mencumbui bumi yang kedinginan
dedaunan tersenyum dalam birokrasi fajar
melukiskan embun lewat proyeksi cinta
pada harmoni tanah merdeka
setetes peluh begitu suci untuk perjalanan pagi
di timur matahari terdiam
menikmati teriakan anak penghuni bangsa
dalam kour pengiring yang acap kali
berbuah gema pada dada
di tiap tiang kehormatan merah putih menari-nari
di atas dua ratus tiga puluh juta kepala
mencabik cakrawala biru yang mulai pudar
digerogoti asap hitam, memotong-motong
irama angin yang senantiasa merayu
generasi bangsa dengan syair impor
“Hormatku Merah Putih !”
jangan bosan berdiri di tiang kehormatan
jangan ragu mematri impian cucu adam hawa
untuk jadi pemimpin di negri ini
pada rumput, gedung tinggi, pohon hijau,
angin, tanah dan udara
telah sejak lama bersatu rasa hujan-panas
bersaksi untuk kegagahanmu
Merah putih jangan pernah bosan
DI PAGI MINGGU,
TIGA PULUH MENIT SEBELUM TAKE OFF
: unt. Alifia Narasita Sibly
jika aku kembali bukan karena cinta,
pasti ada dari organ ini tak rela biarkan
kau sendiri meratapi ringkik batang hari
dengan mata terbuka mencari hulu
dan menelusuri jauh hingga hilir sungai
– (lagi) kau senyap menatap
jika aku kembali bukan untuk cinta,
tetap ingin kupastikan
kau tak mengulang kisah pelarian kemarin
diantara peluh sore dan aroma bensin
kutemukan cemas meradang di wajah
– (lagi) kau senyap memandang
jika aku kembali,
kembali 'ku tidak juga demi cinta
tetapi dongeng yang pernah kau rentas
dari mimpi sepotong malam
di kaki gunung dataran tanah jawa
lebih merangsangku mengobrak abrik
wacana kegelisahanmu
“kau dan aku terlahir dari proses panjang
bernama persetubuhan, tapi (tetap) beda dan
se-beda-nya tak ada alasan diam
menunggu dijemput kisah”
jika aku kembali,
adalah cinta bukan jawaban
serupa pagi kehilangan embun
lantaran tak ada rekam jejak malam (berdua)
“disini setumpuk nanas goreng
kita kunyah pada bibir (sama)”
BU. Sultan Thaha, 13 Juli 2008
Minggu
Kamis
Aku Lelah Manjadi Cantik Masuk Final Nominasi KLA 2009

Berikut adalah keputusan akhir dewan juri untuk kategori Penulis Muda Berbakat Khatulistiwa Literary Award ke 9, 2009.
Pada akhirnya dewan juri hanya memilih 8 karya yang memenuhi syarat kategori ini dan mereka yang lolos untuk penilaian berikut adalah (dalam urutan tak teratur):
1. Kartini Nggak Sampai Eropa/Sammaria
2. Aku Lelah Menjadi Cantik/Koko P. Bhairawa
3. 9 Matahari/Adenita
4. Lika Liku Luka/Celinereyssa
5. Etzhara/Rino Styanto
6. Pengantin Subuh/Zelfeni
7.Separuh Bintang/Evline
8.Fortunata/Ria N. Badaria
Sedangkan untuk Kategori Prosa dan Puisi tidak berubah, sebagai berikut:
5 Besar Prosa:
1. Meredam Dendam/Novel/Gerson Poyk
2. Sutasoma/Novel/Cok Sawitri
3. Lembata/Novel/F. Rhardi
4. Lacrimosa/Kumpulan Cerita Pendek/Dinar Rahayu
5. Tanah Tabu/Novel/Anindita S. Thayf
5 Besar Puisi:
1. Dongeng Anjing Api /Sindu Putra
2. Kolam/Sapardi Djoko Damono
3. Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa/Wendoko
4. Puan Kecubung/Jimmy Maruli Alfian
5. Perahu Berlayar Sampai Bintang/Cecep Syamsul Hari
Kepada semua finalis, harap hadir pada malam Anugerah Sastra Khatulistiwa ke 9, bertempat di Plaza Senayan, Jl. Asia Afrika, Jakarta.



