Memperingati 97 Tahun Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, bekerjasama dengan Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSar MaLam), kami mengundang para blogger untuk mengikuti “Lomba Penulisan Esai.”
Sebagai asuransi tertua dan terbesar di Indonesia, Bumiputera dikenal peduli terhadap pengembangan kreativitas masyarakat yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan lomba penulisan setiap tahunnya, termasuk menyelenggarakan Lomba Kreativitas Ilmiah Guru dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia. Sedangkan PaSar MaLam dikenal dengan kegiatannya seperti Sastra Reboan yang digulirkan secara rutin setiap hari Rabu akhir bulan di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan, Jakarta Selatan.
Topik : “Asuransi dan Saya”
Persyaratan Peserta :
Para blogger di seluruh Indonesia;
Memiliki blog pribadi selama minimal 3 bulan per Maret 2009;
Melampirkan daftar riwayat hidup, (termasuk alamat lengkap, nomor telepon, dan e-mail).
Lomba ini tertutup bagi pegawai tetap (organik) AJB Bumiputera 1912.
Pelaksanaan Lomba :
Esai ditulis di masing-masing blog pada periode April – Juni 2009.
Alamat blog (URL) yang memuat artikel tersebut dikirimkan via email ke pihak panitia (Bumiputera): komunikasi@bumiputera.com.
Tulisan tersebut akan diunduh oleh Pantiia, dan kemudian akan dilakukan penilaian oleh Dewan Juri.
Ketentuan Lomba :
Esai harus memiliki nilai manfaat bagi pengembangan pengetahuan masyarakat, khususnya pengetahuan tentang asuransi;
Setiap karya wajib menyebutkan kata “AJB Bumiputera 1912” sedikitnya satu kali.
Bentuk tulisan berupa esai dengan gaya bahasa yang cair, kreatif, dan tidak dalam bentuk makalah ilmiah.
Esai harus asli, bukan saduran atau terjemahan;
Esai belum pernah/tidak sedang diikutkan dalam lomba penulisan lainnya dan belum pernah dipublikasikan di media apapun;
Tulisan tidak mengandung SARA.
Esai yang menjadi pemenang akan dimuat di majalah “bumiputeranews” (hadiah sudah termasuk honorarium pemuatan);
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat.
Pengumuman pemenang lomba penulisan akan dilakukan pada bulan Agustus 2009 di website AJB Bumiputera 1912 di http://www.bumiputera.com/, website panitia di http://www.bumiputeramenulis.com/ dan http://www.reboan.com/ .
Penyerahan hadiah dilaksanakan pada akhir Agustus 2009, yang tempat dan waktunya akan diberitahukan kepada para pemenang.
Tata Cara Pengiriman Esai :
Peserta lomba dapat menulis lebih dari satu esai;
Panjang tulisan tidak dilakukan pembatasan.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi Bumiputera : Telp. 021-5224565; Faks. 021-5224566 Email : komunikasi@bumiputera.com
Hadiah :
Juara I : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) dan piagam penghargaan.
Juara II : Rp. 4.000.000,- (Empat juta rupiah) dan piagam penghargaan.
Juara III : Rp. 3.000.000,- (Tiga juta rupiah) dan piagam penghargaan.
Juara Harapan sebanyak 5 orang masing-masing sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu juta rupiah).
Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, bekerjasama dengan Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSar MaLam) “Lomba Penulisan Cerita Pendek (Cerpen).” Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 97 tahun usia Bumiputera ini terbuka untuk umum, terutama para pecinta sastra.
Sebagai asuransi tertua dan terbesar di Indonesia, Bumiputera dikenal peduli terhadap pengembangan kreativitas masyarakat yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan lomba penulisan setiap tahunnya, termasuk menyelenggarakan Lomba Kreativitas Ilmiah Guru dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia. Sedangkan PaSar MaLam dikenal dengan kegiatannya seperti Sastra Reboan yang digulirkan secara rutin setiap hari Rabu akhir bulan di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan, Jakarta Selatan.
Topik : “Sosial, Human Interest”
Persyaratan Peserta :
Masyarakat umum, warga negara Indonesia.
Peserta boleh menggunakan nama samaran (namun nama asli tetap dicantumkan di daftar riwayat hidup).
Melampirkan daftar riwayat hidup, (termasuk alamat lengkap, nomor telepon, dan e-mail).
Lomba ini tertutup bagi pegawai tetap (organik) AJB Bumiputera 1912.
Ketentuan Lomba :
Cerpen harus memiliki nilai manfaat bagi pengembanganpengetahuan, khususnya pengetahuan tentang asuransi;
Cerpen tidak mengandung SARA.
Bentuk tulisan dengan gaya bahasa yang cair, kreatif, dan tidak dalam bentuk makalah ilmiah.
Setiap karya wajib menyebutkan kata “asuransi” dan “AJB Bumiputera 1912″ sedikitnya satu kali.
Panjang cerpen maksimum 15.000 karakter, disajikan dalam teks Times New Romans, 1,5 spasi, dengan font 12.
Cerpen harus asli, bukan saduran atau terjemahan;
Cerpen belum pernah/tidak sedang diikutkan dalam lomba penulisan lainnya dan belum pernah dipublikasikan di mediaapapun;
Cerpen ditunggu paling lambat tanggal 30 Juni 2009 pukul 24:00 (untuk email) dan berdasarkan cap pos untuk pengiriman melalui pos.
Cerpen yang menjadi pemenang akan dimuat di majalah “bumiputeranews” (hadiah sudah termasuk honorarium pemuatan);
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat.
Pengumuman pemenang lomba penulisan akan dilakukan pada bulan Agustus 2009 di website AJB Bumiputera 1912 di http://www.bumiputera.com/, website PaSar MaLam di http://www.reboan.com/ dan website panitia di http://www.bumiputeramenulis.com/
Penyerahan hadiah dilaksanakan pada akhir Agustus 2009, yang tempat dan waktunya akan diberitahukan kepada para pemenang.
Tata Cara Pengiriman Cerpen :
Peserta lomba dapat menulis lebih dari satu cerpen;
Cerpen dikirim melalui email ke komunikasi@bumiputera.com atau bila dalam bentuk hardcopy melalui pos ke alamat: Departemen Komunikasi Perusahaan, AJB Bumiputera 1912, Wisma Bumiputera Lantai 19, Jl. Jend. Sudirman Kav 75, Jakarta 12910
Untuk informasi lebih lanjut hubungi Bumiputera : Telp. 021-5224565; Faks. 021-5224566 Email : komunikasi@bumiputera.com
Hadiah :
Juara I : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) dan Piagam Penghargaan.
Juara II : Rp. 4.000.000,- (Empat juta rupiah) dan PiagamPenghargaan.
Juara III : Rp. 3.000.000,- (Tiga juta rupiah) dan PiagamPenghargaan.
Juara Harapan sebanyak 5 orang masing-masing sebesar Rp.1.000.000,- (Satu juta rupiah).
Oleh: Prakoso B. Putera, Penulis dan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2006
MENGAMATI kemunculan karya sastra, baik itu cerita pendek ataupun puisi di Sumatera Selatan (baca; Palembang) sejak pertengahan tahun 2005 sampai dengan hari ini mengalami perkembangan luar biasa. Media cetak lokal, dalam hal ini Koran harian Sriwijaya Post, Sumatera Ekspres, dan Berita Pagi, khususnya Sriwijaya Post begitu konsisten dalam memuat dan memunculkan nama-nama baru yang dari segi kualitas karya bisa dikatakan baik dan hampir menyamai para senior walupun para terdahulu mereka itu begitu berpengalaman. Jika boleh melihat dari segi usia, nama-nama baru tersebut bisa dikategorikan sebagai orang muda. Saya lebih suka menamai dengan orang muda karena usia mereka berkisar antara 17 tahun sampai 29 tahun.
Orang-orang muda begitu bersemangat memburu publikasi di koran-koran lokal Minggu. Tak ayal, di hari yang sama nama tertentu bisa terpajang di dua – tiga media berbeda (tentunya dengan judul karya dan isi yang berbeda). Tiga karyanya (baik itu cerpen atau puisi) dimuat ditiga rubrik budaya Koran Minggu berbeda, pada hari yang sama. Mereka begitu bersemangat setiap karya muncul di koran Minggu, walau demikian sebuah ketakutan pada diri saya kemudian muncul apakah dengan mengejar jumlah publikasi, kualitas karya tetap diperhatikan.
Fenomena ini ternyata tidak hanya terjadi di lokal Palembang saja, di media-media Nasional pun acap kali memunculkan nama tertentu dalam beberapa media pada ahri yang sama. Akan tetapi ketakutan saya cepat terjawab, orang-orang muda tersebut selain gemar menyerbu koran Minggu lokal mereka juga tidak lupa menyerbu para pendahuluanya untuk sekedar bertanya tentang sebuah karya ataupun berdiskusi ringan. Sebut saja sejumlah wilayah-wilayah diskusi orang-orang muda tersebut, Akademi Sastra Palembang (ASAP), Forum Lingkar Pena (FLP), riakmusi – sebuah komunitas yang baru eksis di Palembang, dan beberapa wahana yang maaf tidak mampu untuk saya tuliskan. Dengan lapang dada mereka menerima nasihat dan bersuka cita setiap menerima masukan dari para terdahulunya.
Memang produktivitas kadang-kadang tidak serta merta berarti positif bagi masa depan kepengarangan. Bila tidak hati-hati, kualitas karya akan sulit dipertahankan, energi kreatif yang diforsir amat beresiko melahirkan karya-karya prematur, sukar dipertanggungjawabkan, baik secara estetik maupun tematik. Gejala ini semoga tidak cepat terjadi dengan orang-orang muda yang saat ini begitu bersemangat memburu koran Minggu maupun berdiskusi untuk memperkaya apresiasi karya.
Peran Media (Redaktur Budaya)
Jika berbicara peran media, semuanya tidak lepas dari redaktur budaya yang bertanggung jawab dalam setiap kemunculan karya-karya di koran Minggu. Adalah Sriwijaya Post seperti yang saya singgung sebelumnya begitu konsisten memunculkan nama dan karya orang-orang muda tersebut (mohon maaf kepada koran-koran lokal lainnya, bukan maksud untuk mengistimewahkan). Orang muda tentu ingin karyanya dibaca orang terlebih para terdahulunya, dan kalau mau dibaca tentu harus dipublikasi – koran Minggu adalah jawaban, lalu apa salah jika karya-karya mereka begitu banyak bertebaran di Minggu lokal. Emm..mungkin kesalahannya karena sering bahkan terlalu sering mencaplok lahan penulis ataupun pemburu lain. Maklumlah, jumlah koran yang menyediakan ruang publikasi puisi, cerita pendek, dan esai budaya amat terbatas, sementara jumlah peminatnya makin membeludak.
Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah kebijakan redaksional setiap media selalu didasarkan pada mekanisme seleksi. Artinya, hanya karya-karya bermutu yang akan terpilih sebagai pengisi rubrik budaya. Boleh-boleh saja orang-orang muda tersebut melayangkan setiap karya mereka. Soal mereka terlalu memburu dan sudah mencandu pada publikasi koran, soal produktivitas dan soal kualitas kita serahkan kepada pembaca untuk menilai. Tugas mereka hanya menghidangkan bacaan yang renyah, gampang dicerna, enak dibaca, setelah itu terserah pembaca.
Kehadiran orang-orang muda tersebut bukan sekedar jago kandang saja, sejumlah dari mereka telah berhasil melakukan ekspansi kesejumlah media lain. Sebut saja Padang Ekspres, Lampung Post, Bangka Pos, Annida, Suara Karya, dan Cinta. Karya-karya mereka pun ternyata diminati oleh para redaktur budaya pada media-media tersebut.
Mereka Penulis Palembang Juga
Jika publikasi media belum cukup untuk menguatkan dan mengkukuhkan mereka sebagai penulis-penulis Palembang, maka sejumlah nama dari orang-orang muda tersebut telah diakui karyanya sebagai karya terbaik dalam beberapa kompetisi penulisan karya sastra ditingkat nasional. Sebut saja, Rendi Fadillah yang pernah menjadi juara Harapan dalam Sayembara Cerpen Krakatau Award, Dewan Kesenian Lampung di tahun 2005, di tahun yang sama Koko P. Bhairawa berhasil mensejajarkan namanya dengan cerpenis seperti Wa Ode Wulan Ratna (Jakarta), Aris Kurniawan (Tanggerang), MN Age (Aceh), dan Satmoko (Yogyakarta) sebagai nominator sayembara cerpen tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, lalu Ikhtiar Hidayati yang kerap menjadi nominator dan pemenang dalam sayembara penulis cerpen tingkat nasional yang diselenggrakan oleh Pusat Bahasa, ada juga Azzura Dayana, dengan Novel remajanya Alabaster yang mengambil setting Canberra dan Adelaide memenangkan Lomba Menulis Novel Gema Insani Press. Cerpen Lampion, menyabet penghargaan terbaik kedua pada Festival Kreativitas Pemuda 2004 yang diadakan oleh Creative Writing Institute dan Diknas, dan beberapa nama lainnya.
Jika buku yang kemudian menjadi tuntutan atau barometer, maka dengan ini dapat saya pastikan mereka telah mampu menerbitkan karya dalam sejumlah buku dari beberapa penerbitan besar seperti Grasindo, Gema Insani Press, Cinta, Zikrul – Bestari, CWI dan lain-lainya. Bukan hanya itu sejumlah karya mereka seperti puisi dan cerpen acap kali diterbitkan dalam antalogi bersama yang dibukukan secara nasional oleh sejumlah penerbit, walau sampai dengan hari ini niat orang-orang muda itu untuk melahirkan antalogi bersama dibawah label Dewan Kesenian dan penerbitan lokal belum tercapai.
Akhirnya walau sedikit terlambat, ucapan selamat datang orang-orang muda (Pinasti S. Zuhri, Rendi Fadillah, Koko P. Bhairawa, Azzura Dayana, Ikhtiar Hidayati, Nurrahman, Haris Munandar, Dahlia, Handayani, Dian Rennu) dalam percaturan sastra Palembang layak mereka dapatkan. Sebuah pekerja rumah yang sedang menanti didepan adalah meneruskan semangat memburu publikasi bukan hanya di media lokal tapi media nasional seperti Kompas, Republika, Media Indonesia, Tempo bahkan majalah sastra Horison. Kita nantikan kiprah mereka di jagad sastra Indonesia.***